Perekonomian negara ditinjau dari sudut pandang faham liberalisme
Liberalisme
merupakan suatu pandangan atau faham yang menekankan bahwa kebebasan merupakan
hal yang utama dalam segala hal baik itu agama ekonomi sosial serta hal hal
lainnya Kebebasan dalam menjalankan berbagai hal yang dianggap benar bagi
setiap individu Faham liberalisme mementingkan kesamaan antar individu
menganggap individu memiliki kekuasaan mutlak tidak ada pembatasan apapun yang
menghalangi gerakan setiap individu, masyarakat terbentuk atas individu
individu yang berbeda kepentingan maka dalam faham liberalisme ini menuntut
bahwa setiap individu harus menghormati individu ataupun orang lain serta dapat melindungi antar sesama individu
meskipun berbeda tujuan dan kepentingan dalam hidupnya.
Masa
liberalisme terbagi menjadi dua yaitu liberalisme klasik dan liberalisme modern
sejak abad ke 20 hingga sekarang faham liberalisme masih tetap ada, liberalisme
klasik yang sangat mengutamakan keberadaan individu kebebasan dalam berfikir
tanpa mencampuri hak hak orang lain melakukan perbuatan apapun, setiap orang
memiliki kesempatan yang sama untuk menyatakan kemauannya Faham liberalisme
menyatakan bahwa akal manusia mampu berfikir atas apa yang dikehendaki.Jika
dilihat dari sisi positifnya walaupun lebih mengutamakan kepentingan individu
manusia juga bisa bekerja sama tanpa adanya konflik karena dengan melibatkan
akal setiap individu yang mampu berfikir secara rasional
Faham
liberalisme dari dulu hingga sekarang tetap masih eksis berawal dari pencetus
aliran ini john locke yang menyatakan bahwa hak pribadi harus ditegakkan, pada
saat sekarang ini faham liberalisme masih tetap ada dengan pola pemikirannya
setiap individu semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu, faham
liberalisme juga sangat berpengaruh di berbagai bidang, kali ini penulis akan
memaparkan liberalisme di bidang ekonomi,liberalisme di bidang ekonomi
menujukkan bahwa suatu hal yang ingin diterapkan atau dicapai yaitu kebebasan
setiap individu dalam mengatur segala
aspek perekonomian yang berorientasi untuk memperoleh keuntungan yangsebesar
besarnya atas usahanya sendiri dalam mengolah ekonomi, setiap individu berhak
memperoleh suatu kebebasan tetapi tetap harus bisa dipertanggung jawabkan atas
apa yang dia perbuat sebagai pelaku ekonomi liberal.
Sistem
ekonomi liberal banyak sekali diterapkan di negara negara besar seperti Amerika
Serikat. Di Amerika Serikat menganut sistem ekonomi campuran tetapi juga
menerapkan kebebasan setiap individu ataupun negara lain ikut megambil bagian
dari aktivitas perekonomian Amerika Serikat baik itu dari segi ekspor impor
barang ataupun kegiatan perekonomian lainnya yang bertujuan untuk menunjang
kemajuan dan kepentingan negara yang lain dalam sistem perekonomiannya, Adanya
kerja sama antar Amerika Serikat dengan negara lain yang bertujuan untuk
mencapai keuntungan antar kedua belah pihak tentunya timbul kesepakatan
tertentu dalam kerja sama yang di jalin antar kedua belah pihak.
Perekonomian
liberal yang diterapka di negara negara majujuga berdampak negatif bagi negara
negara berkembang, negara negara berkembang tentunya berupaya untuk menyamai
taraf perekonomian di negara maju supaya
tidak semakin tertinggal oleh persaingan perekonomian antar negara, pelaku
pelaku ekonomi dari yang terkecil hingga yang besar saling berlomba untuk
bersaing mendapatkan keuntungan dalam usaha yang mereka jalani hal ini tentunya
sangat berpengaruh bagi negara, bagimana tidak
jika masyarakat dan setiap individu bersaing untuk memperoleh keuntungan
pribadi secara tidak langsung negara juga terkena imbasnya, jika individu
bersaing secara tidak sehat akan menimbulkan ketimpangan di dalam perekonomian
negara yang sedang berkembang untuk memperbaiki sistem perekonomiannya
Dari
kasus perekonomian liberal di atasmenurut penulis tentu masih perlu pembenahan,
perlu adanya pengkajian yang lebih mendalam tentang sistem ekonomi yang
melibatkan aktor individu sebagai aktor utama dalam menggerakkan perekonomian
negara. Di negara negara maju tentunya akan timbul kesenjangan antara individu
satu dengan yang lain tentuya dari latar belakang yang berbeda beda jika tidak
mampu mengimbangi persaingan maka perlahan lahan individu yang lemah
perekonomiannya akan tersingkir oleh yang kuat akibatnya kesejahteraan negara
mengalami masalah akibat ulah individu individu yang mencari keuntungannya
sendiri tanpa melihat individu yang lainnya yang notabene kurng mempunyai daya
saing yang kuat dalam menggerakkan perekonomiannya secara pesonal
Tidak
menutup kemungkinan hal ini terjadi di negara berkembangurangnya campur tangan
pemerintah dalam mengatur perekonomian menjadikan perekonomian di negara
berkebang semakin kacau bagaimana tidak pemerintah terhalang oleh individu
individu yang dianggap mampu bersaing dalam menggerakkan perekonomian negara
mau tidak mau pemerintah harus menuruti segala macam aturan aturan yang dibuat
oleh individu yang merupakan pelaku perekonomian negara.Masalah masalah yang
ditanggung oleh negara berkembang utamanya dari sektor perekonomian akan sulit
teratasi karena perilaku setiap individu yang merasa mampu menggerakkan
perekonomian negara, mengutamakan kepentingan mereka untuk mencari keuntungan
yang sebesar besarnya tanpa mempedulikan individu yang lain yang notabene hanya
memiliki kemampuan pengolahn ekonomi yang rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar