Rabu, 30 Desember 2015

KONSEP SOFT POWER YANG DITERAPKAN PADA PEMERINTAHAN CHINA

KONSEP SOFT POWER YANG DITERAPKAN PADA PEMERINTAHAN CHINA

Sejak zaman kuno negara China yang terkenal dengan budayanya  Sekalipun dalam beberapa periode waktu pernah terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap karya sastra dan filsuf, akan tetapi hal ini tidak melenyapkan penghargaan masyarakat China terhadap warisan sejarah dan budaya mereka yang tinggi.kebudayaan dan sejarah negara China memulai peradaban dan segala sesuatu yang mempengaruhi negara negara di dunia selain negara Yunani yang dikenal dengan penemu dan filosof serta ilmuan yang menciptakan teori teori eksak yang digunakan sampai sekarang. Negara china yang juga terkenal dengan pakar pakar utamanya pakar kesehatan yang ikut membawa perubahan bidang kesehatan yang berimbas pada negara negara di dunia
Saat ini negara China dikenal sebagai negara yang memiliki power yang bisa dikatakan kuat dan telah berpengaruh pada negara lain di dunia tidak terkecuali amerika serikat yang merupakan negara adikuasa di dunia.tidak menutup kemungkinan negara China juga menjadi negara bisa menandingi amerika serikat dan juga jika dilihat dari perkembangannya serta power yang dimiliki China saat ini.perkembangan tersebut meliputi berbagai sektor baik itu sektor ekonomi politik sosial budaya dan lain sebagainya perkembangan tersebut juga tidak terlepas dari segala bentuk perubahan yang dilakukan oleh pemerintahan China dalam rangka mmenjadikan China sebagai negara yang punya kekuatan besar di dunia. Kali ini penulis akan memaparkan konsep soft power pada negara China.
Konsep soft power yang dikemukakan Joseph Nye memperkenalkan konsep soft power di dunia negara China merupakan negara yng sangat serius dalam memperhatikan dan menerapkan konsep ini China terus berupaya untuk membentuk persepsi dan citra baik dunia terhadap negaranya dan soft power adalah salah satu cara utama yang digunakan oleh China. Hingga presiden China mengemukakan konsep ini pada para pejabat lain di negara China guna untuk mendiskusikan bagaimana cara menerapkan soft power sebagai salah satu cara untuk memperbaiki serta meningkatkan kekuatan pada segala bidang di China hinnga China harus bekerja keras untuk menerapkan konsep ini yang utamanya diterapkan pada sistem politiknya.
Bagi negara berkembang seperti China, soft power dan manajemen citra merupakan aspek yang penting. Soft power dapat membuat model politik dan kebijakan China di dunia dimengerti, dihargai dan didukung. Soft power juga dapat membuat China memenangkan teman dan sahabat dalam upaya memenuhi kepentingan nasional. China melihat soft power sebagai komponen yang fundamental dalam membentuk kekuatan nasional yang komprehensif, dimana di dalamnya termasuk ekonomi, militer dan kekuatan politik. Dalam memenuhi kepentingannya China menggandeng negara negara lain di dunia tetapi dengan syarat tertentu yang secara tidak langsung akan merugikan negara tersebut dan menguntungkan bagi negara China.
Soft power sendiri jika dipandang dari pemahaman Joseph Nye dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan lebih pada bujukan (attraction) daripada paksaan (coercion).   Karena soft power merupakan cara yang digunakan China sebagai contoh selain dalam segi politik yaitu dari segi ekonomi yang mana China melakukan ataupun meminta bantuan pada negara lain dengan cara yang halus sehingga dapat membuat negara tersebut secra tidak sadar akan pengaruh yang diakibatkan atas pemberian bantuan ekonomi pada China yang secara tidak langsung akan memberi dampak negatif yang lebih besar daripada dampak positifnya, dan dapat menimbulkan dampak di sektor lain negara tersebut.




Tetapi saat ini China masih di bawah Amerika Serikat meskipun seperti itu tidak jarang negara China menciptakan segala sesuatu dan dipamerkan pada negara negara di dunia hingga membuat negara negara lain di dunia merasa iri termasuk Amerika Serikat atas keberhasilan China mengembangkan soft powernya guna untuk meningkatkan perkembangan negara serta dapat mencapai kepentingannya terhadap negara negara lain di dunia. Di kawasan eropa China juga sangat berpengaruh di berbagai sektor dengan cara investasi besar yang diterapkan China pada negara negara di eropa yang tentunya sangat menguntungkan bagi China sendiri atas penanaman investasi di negara negara besar bagian eropa.
Soft power yang diterapkan China juga mempunyai dampak terhadap Indonesia melalui hubungan kebudayaan dan perdagangan. Dari aspek kebudayaan   mencakup kebudayaan material, spiritual dan struktural disamping agama, sastra, bahasa, kesenian, pembangunan, ilmu kedokteran, teknologi produksi, adat istiadat kehidupan, alat serta perkakas keperluan sehari-hari dan lain sebagainya. Dari Aspek perdagangan hubungan kedua negara sangat erat  Hubungan dagang kedua negara selalu saling menguntungkan. Saat ini hubungan kedua negara difokuskan pada sektor keamanan juga, Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang, China membutuhkan situasi lingkungan yang bersahabat, karena China dapat mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki peran penting di ASEAN serta negara terbesar di kawasan ASEAN dan juga memiliki kontribusi besar di luar kawasan ASEAN.

Sebagai contoh ketika Indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1998 China sangat gencar memberikan bantuan untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang terpuruk pada saat itu. China memutuskan untuk tidak melakukan devaluasi mata uangnya dengan alasan bahwa devaluasi hanya akan semakin menjatuhkan nilai mata uang negara-negara Asia. Hal ini membuat China melambung tinngi citranya dan sangat disegani oleh negara negara ASEAN.Dari pemaparan pendapat penulis di atas maka dapat disimpulkan bahwa negara China cukup berhasil menerapkan konsep soft power hal itu di buktikan hingga sekarang China memiliki pengaruh yang besar terhadap negara negara di dunia tidak terkecuali Indonesia sendiri.

Penerapan budaya dan partisipasi politik dalam pemilu di Amerika dan negara lain

Penerapan budaya dan partisipasi politik dalam pemilu di Amerika dan negara lain
Masyarakat memmiki peranan penting dalam proses perpolitikan suatu negara. Sebagai makhluk sosial manusia tentu membutuhkan dan berinteraksi dengan orang lain. Tidak sebatas makan dan minum tetapi juga membutuhkan penilaian dari orang lain atas hasil yang dicapai. Setiap warga negara, dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek aspek politik. Aspek ini dalam penerapannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung berarti warga negara turun dan terlibat dalam proses berpolitik, sedangkan secara tidak langsung warga negara hanya mendengar dari medua elektronik atau membaca informasi dari media cetak ataupun memperoleh informasi informasi dari perkumpulan seperti seminar atau perkumpulan diskusi mengenai politik .
Menurut para ahli diantaranya Gabriel A Almond dan Sydney verba mengatakan bahwa budaya politik sebagai suatu orientasi oleh warga negara terhadap sistem politik dan sikap terhadap peranan wrga negara yang ada dalam tujuan politik negara tersbut, menurut Alan R Ball budaya politik merupakan susunan sikap, emosi, serta nilai nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu isu politik. Kali ini penulis akan memaparkan penerapan budaya politik di Amerika Serikat serta perbedaannya dengan negara negara yang lain.
Budaya politik di bagi menjadi beberapa tipe diantaranya: Budaya politik parokhial, budaya politik subyek, dan budaya politik partisipan. Pada budaya politik parokhial tidak ada peran khusus, individu tidak memiliki peranan penting terhadap pemerintah dan tidak merasa sebagai warga negara dan lebih merasa sebagai lokalitas. Budaya politik subyek merupakan budaya politik dimana masyarakat telah memiliki kesadaran dan perhatian terhadap sistem politik, meskipun masih rendah perhatian terhadap sistem politik namun telah tumbuh kesadaran masyarakat sebagai aktor dalam buaya politik, mereka menerima segala bentuk keputusan yang telah diambil pihak yang berwenang dalam masyarakat. Sedangkan buday politik partisipan merupakan kerterlibatan masyarakat terhadap proses politik, masyarakat tidak begitu saja menerima keputusan yang diambil oleh pemegang kekuasaan politik, masyarakat merasa harus aktif dalam kehidupan politik dan tidak memiliki dan langsung terlibat dalam kegiatan politik.
Di Amerika Serikat budaya politik salah satu penerapannya terlihat pada proses pemilu. Dalam hal ini parti partai politik di Amerika Serikat di dominasi partai radikal untuk mennarik simpatik dan suara sebanyak banyaknya dalam pemilu karena kesadaran golongan tergolong masih kecil. Faktor yang mempengaruhi diantaranya tidak adanya warisan feodal. Modernisasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terkait penghapusan golongan berkulit merah tidak adanya warisan feodal yang diiwariiskan seperti negara negara di eropa. Adanya pengaruh besar pemilik tanah sehingga modernisasi dilakukan tanpa otoritas pemerintah. Pemerintah di Amerika Serikat terpecah peca menjadi pemerintah negara bagian meski begitu perekonomian di Amerika Serikat tumbuh dengan pesat
Pemerintahan federal di Amerika Serikat dimana pada tingkat nasiobal presiden di pilih oleh rakyat melalui elektoral. Negara hukum mengatur sebagian besar aspek hukum pemilu menjalankan proses electoral pada masing masing negara bagian. Biaya yang digunakan pada proses pemilu keterlibatan swasta pada proses pemilu termasuk kampanye keterlibatan pemerintah federal  mengambil langkah untuk menarik partisipasi politik, tahap tahap yang dilakukan dalam proses pemilu di Amerika Serikat proses nominasi merupakan dukungan langsung partai politik kepada calon presden, nominasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui sisitem caucus dan primary election keduuanya memiliki fungsi yang sama bahwa setiap negara bagian berhak menentukan model electrical masing masing.

Sedangkan di jerman partisipasi politik melalui pemilu setelah perang dunia,, perubahan yang sangat signifikan yang terjadi di Jerman atas keterlibatan partai kristen beserta pimpinannya. Pemulihan keadaan ekonomi serta sistem politik sesudah perang menurunnya jumlah partai parlemen partai ekstrim yang ada mengurangi besarnya perbedaan ideologi mereka. Partai partai politik masa pemilu Jerman diawali oleh partai partai di bundestag dimana ada enam partai yang menempati bundestag yaitu: uni demokrat kristen jerman , partai sosialis demokrat Jerman partai demokrat liberal uni sosal kristen partai sosialisme demokratis dan partai hijau. Sistem pemilu di Jerman diadakan empat tahun sekali aturannys untuk memilih parlemen dan perwakilan negara bagian dan komunal, bersifar menyeluruh segera bebas dan rahasia. Setiap warga negara Jerman yang sudah berusia 18 tahun memiliki hak untuk berpartisipasi pada kegiaran pemilu setiap warha memiliki dua suara dimana suara pertama untuk kandidat wilayah yang bersangkutan sedangkan suara kedua digunakan untuk memilih bundestag. Pembiayaan pemilu di Jerman setiap partai memiliki pembiayaan yang berbeda beda setiap patai mendapat 1,30 deutche mark dari pemerintah setiap tahunnya per suara dengan syarat lima juta suara sah. Dimana jumlah tersebut tidak boleh melebihi pemasukan dana yang di peroleh setiap partai dalam arian tidak boleh melebihi 230 deutche mark sebagai batas maksimal.

Amerika serikat dan Jerman jug terlibat dalam proses budaya politik dan komunikasi politik, pemanfaatan media elektronik dan media cetak sebagai penyebar komunikasi politik diantara mereka utamanya pada proses pemilu.dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya dan partisipasi politik di Amerikka Serikat dan Jerman sangat berbeda media merupakan salah satu alat yang penting dalam mendukung untuk melakukan tidakan partisipasi politik di jerman konstelasi media serta pengaruh peaku politik sehinnga logika politik masih sangat dominan atas peran warga negara sebagai pelaku daam budaya dan partisipasi politik dan tumbuhnya kesadaran akan terlibat dalam proses pemilu yang merupakan tindakan yang mencerminkan partisipasi politik.

DEMOKRASI LIBERAL DAN SISTEM KEPARTAIAN AMERIKA SERIKAT

DEMOKRASI LIBERAL DAN SISTEM KEPARTAIAN AMERIKA SERIKAT

Demokrasi liberal lebih menekankan pada pengakuan terhadap hak-hak warga negara, baik sebagai individu ataupun masyarakat. Dan karenanya lebih bertujuan menjaga tingkat represetansi warganegara dan melindunginya dari tindakan kelompok atau negara lain. Liberalisme atauLiberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. definisi singkat dari liberlisme itu sendiri cukup sulit untuk dipaparkan dalam sebuah bentuk kalimat, namun kita bisa mencoba menggaris bawahi makna penting dari liberlisme itu sendiri dimana paham ini labih jauh berbicara mengenai kebebasan, yang baik gagasan tentang negara konstitusional yang dilandaskan pada kedaulatan hukum dalam demokrasi, perlindungan atas hak milik pribadi dalam praktek kapitalisme modern, serta perlindungan atas kebebasan individu melalui gagasan besar tentang civil liberties kesemuanya adalah bagian dari kebajikan umum yang lahir dari filsafat liberal.
AS merupakan salah satu negara yang menerapkan demokrasi liberal. Pada tahun 1917, AS memiliki presiden Woodrow Wilson, seorang profesor universitas dalam bidang ilmu politik yang menjadikan misi utamanya membawa nilai-nilai demokrasi liberal ke Eropa dan ke seluruh dunia. Hanya dengan cara itu, ia yakin perang besar lainnya akan dapat dicegah. Singkat cerita, cara berfikir liberal memiliki dukungan politik yang solid dari negara yang paling kuat di dua negara demokratis liberal terkemuka, yaitu AS dan Inggris.Memahami pengertian barat, diperlukan pemahaman terhadap liberalisme, karena demokrasi barat mempunyai akar doktrinal dalam Liberalisme dari tokoh-tokoh seperti John Locke, Rousseau, Montesquieu, John Stuard Mill, Jeremy Bentham, dan lainnya. Sehingga akan disinggung sedikit tentang liberalisme dari John Locke. John Locke berpendapat bahwa negara muncul untuk menjamin kebebasan warga negaranya dan kemudian mengijinkan mereka menghidupi kehidupannya dan menggapai kebahagiaannya tanpa campur tangan tak semestinya dari orang lain.
Penting untuk dipaparkan adalah bahwa demokrasi liberal memiliki kaitan yang erat dengan perkembangan kapitalisme demokrasi liberal hanya akan tumbuh dan berkembang dan bisa diwujudkan dalam makna yang sesungguhnya pada masyarakat yang tingkat perkembangan kapitalisnya relatif tinggi. Artinya, perkembangan demokrasi liberal paralel dengan perkembangan kapitalisme. Partai Politik di Amerika Serikat pada awalnya kurang mendapat respon. Partai politik dipandang sebagai sebuah hal yang berbahaya bagi keutuhan sebuah bangsa karena lebih menekankan kepada kepentingan pribadi. Perkembangan Partai Politik di Amerika Serikat di awali dari para pendiri bangsa Amerika (founding fathers) kebanyakan kurang menyukai konsep partai politik. Mereka yakin partai akan lebih sering bersaing satu sama lain daripada berjuang demi kebaikan bersama. Mereka ingin tiap warga negara memilih kandidat sendiri-sendiri tanpa adanya campur tangan organisasi. Oleh karena itu, ketika partai politik muncul, timbul kontroversi tentang masa depan politik Amerika jika partai politik dibiarkan tumbuh.
Amerika Serikat merupakan negara yang menganut sistem dua partai. Ada sejumlah alasan mengapa Amerika menggunakan sistem dua partai. Pertama, orang-orang Amerika kurang berminat dengan perbedaan ideologi seperti halnya di Eropa sehingga menghasilkan cukup banyak partai dengan perbedaan ideologi masing-masing. Kedua, sistem pemilu yang digunakan mendorong terciptanya sistem dua partai. Sistem pemilihan di Amerika menggunakan sistem single-member districts. Pemilihan hanya tersedia satu kursi untuk diperebutkan. Partai yang menang dapat menduduki kursi tersebut. Dalam jangka panjang, sistem ini hanya membuka peluang bagi dua partai besar untuk bersaing. Ketiga, ketentuan negara bagian secara sistematis menghalangi meunculnya partai ketiga atau calon presiden independent.
Partai Republik banyak mendapat dukungan dari kalangan pengusaha dan profesional dibanding Partai Demokrat. Para pendukung partai ini terdiri dari mereka yang berpendidikan SMA hingga para sarjana dan rata-rata beragama Protestan. Orang-orang kulit hitam sangat sedikit mendukung Partai Republik. Berdasarkan politik luar negerinya, Partai Republik amat mendukung superioritas militer. Partai ini juga yang menjadi pendukung utama kemenangan Nixon, Ford, dan Reagan dalam merebut posisi presiden. Partai ini juga mendapat dukungan tinggi dari kalangan berpenghasilan tinggi sedikit mengalami konflik internal. Namun, hal itu tidak berarti apa-apa, sejak awal 1990 partai ini mengalami kemajuan yang cukup pesat di kawasan selatan dan barat yang secara tradisional merupakan benteng pertahanan Partai Demokrat. Kemajuan yang diperoleh Partai Republik disebabkan antara lain, karena kepemimpinan partai selalu berada di tangan politisi moderat dan pragmatis sehingga kurang mengundang konflik.
Berbeda dengan Partai Republik, Partai Demokrat mendapat banyak dukungan dari kalangan buruh dan keluarganya, mereka berpendidikan dibawah SMA, pemilih berkulit hitam, Yahudi, kelompok berpenghasilan rendah, kalangan liberal, pemilih muda dan beragaman Katholik. Dalam politik luar negerinya, Partai Demokrat cenderung memiliki semacam tanggung jawab untuk membela kepentingan Israel. Partai Demokrat memiliki ciri-ciri khusus yakni tempat penampungan dari beragam kelompok mulai dari kelompok kulit putih yang umumnya tinggal di kawasan suburban dan kelompok-kelompok minoritas yang umumnya tinggal di wilayah perkotaan. Perkembangan dalam 20 tahun terakhir, menarik kalangan minoritas baru untuk bergabung dengan Demokrat seperti kelompok pecinta lingkungan hidup, aktivis wanita dan kalangan gay. Perbedaan yang besar di kalangan pemilih menimbulkan potensi konflik internal partai. Diantaranya datang dari kelompok kulit hitam yang selalu menuntut perlakuan wajar dan lebih baik.Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Amerika Serikat memberikan kebebasan pada warga negaranya. Serta sistem kepartaian yang dianut oleh Amerika Serikat menganut sistem dua partai demokrat dan republik.