Rabu, 30 Desember 2015

Penerapan budaya dan partisipasi politik dalam pemilu di Amerika dan negara lain

Penerapan budaya dan partisipasi politik dalam pemilu di Amerika dan negara lain
Masyarakat memmiki peranan penting dalam proses perpolitikan suatu negara. Sebagai makhluk sosial manusia tentu membutuhkan dan berinteraksi dengan orang lain. Tidak sebatas makan dan minum tetapi juga membutuhkan penilaian dari orang lain atas hasil yang dicapai. Setiap warga negara, dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek aspek politik. Aspek ini dalam penerapannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung berarti warga negara turun dan terlibat dalam proses berpolitik, sedangkan secara tidak langsung warga negara hanya mendengar dari medua elektronik atau membaca informasi dari media cetak ataupun memperoleh informasi informasi dari perkumpulan seperti seminar atau perkumpulan diskusi mengenai politik .
Menurut para ahli diantaranya Gabriel A Almond dan Sydney verba mengatakan bahwa budaya politik sebagai suatu orientasi oleh warga negara terhadap sistem politik dan sikap terhadap peranan wrga negara yang ada dalam tujuan politik negara tersbut, menurut Alan R Ball budaya politik merupakan susunan sikap, emosi, serta nilai nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu isu politik. Kali ini penulis akan memaparkan penerapan budaya politik di Amerika Serikat serta perbedaannya dengan negara negara yang lain.
Budaya politik di bagi menjadi beberapa tipe diantaranya: Budaya politik parokhial, budaya politik subyek, dan budaya politik partisipan. Pada budaya politik parokhial tidak ada peran khusus, individu tidak memiliki peranan penting terhadap pemerintah dan tidak merasa sebagai warga negara dan lebih merasa sebagai lokalitas. Budaya politik subyek merupakan budaya politik dimana masyarakat telah memiliki kesadaran dan perhatian terhadap sistem politik, meskipun masih rendah perhatian terhadap sistem politik namun telah tumbuh kesadaran masyarakat sebagai aktor dalam buaya politik, mereka menerima segala bentuk keputusan yang telah diambil pihak yang berwenang dalam masyarakat. Sedangkan buday politik partisipan merupakan kerterlibatan masyarakat terhadap proses politik, masyarakat tidak begitu saja menerima keputusan yang diambil oleh pemegang kekuasaan politik, masyarakat merasa harus aktif dalam kehidupan politik dan tidak memiliki dan langsung terlibat dalam kegiatan politik.
Di Amerika Serikat budaya politik salah satu penerapannya terlihat pada proses pemilu. Dalam hal ini parti partai politik di Amerika Serikat di dominasi partai radikal untuk mennarik simpatik dan suara sebanyak banyaknya dalam pemilu karena kesadaran golongan tergolong masih kecil. Faktor yang mempengaruhi diantaranya tidak adanya warisan feodal. Modernisasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terkait penghapusan golongan berkulit merah tidak adanya warisan feodal yang diiwariiskan seperti negara negara di eropa. Adanya pengaruh besar pemilik tanah sehingga modernisasi dilakukan tanpa otoritas pemerintah. Pemerintah di Amerika Serikat terpecah peca menjadi pemerintah negara bagian meski begitu perekonomian di Amerika Serikat tumbuh dengan pesat
Pemerintahan federal di Amerika Serikat dimana pada tingkat nasiobal presiden di pilih oleh rakyat melalui elektoral. Negara hukum mengatur sebagian besar aspek hukum pemilu menjalankan proses electoral pada masing masing negara bagian. Biaya yang digunakan pada proses pemilu keterlibatan swasta pada proses pemilu termasuk kampanye keterlibatan pemerintah federal  mengambil langkah untuk menarik partisipasi politik, tahap tahap yang dilakukan dalam proses pemilu di Amerika Serikat proses nominasi merupakan dukungan langsung partai politik kepada calon presden, nominasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui sisitem caucus dan primary election keduuanya memiliki fungsi yang sama bahwa setiap negara bagian berhak menentukan model electrical masing masing.

Sedangkan di jerman partisipasi politik melalui pemilu setelah perang dunia,, perubahan yang sangat signifikan yang terjadi di Jerman atas keterlibatan partai kristen beserta pimpinannya. Pemulihan keadaan ekonomi serta sistem politik sesudah perang menurunnya jumlah partai parlemen partai ekstrim yang ada mengurangi besarnya perbedaan ideologi mereka. Partai partai politik masa pemilu Jerman diawali oleh partai partai di bundestag dimana ada enam partai yang menempati bundestag yaitu: uni demokrat kristen jerman , partai sosialis demokrat Jerman partai demokrat liberal uni sosal kristen partai sosialisme demokratis dan partai hijau. Sistem pemilu di Jerman diadakan empat tahun sekali aturannys untuk memilih parlemen dan perwakilan negara bagian dan komunal, bersifar menyeluruh segera bebas dan rahasia. Setiap warga negara Jerman yang sudah berusia 18 tahun memiliki hak untuk berpartisipasi pada kegiaran pemilu setiap warha memiliki dua suara dimana suara pertama untuk kandidat wilayah yang bersangkutan sedangkan suara kedua digunakan untuk memilih bundestag. Pembiayaan pemilu di Jerman setiap partai memiliki pembiayaan yang berbeda beda setiap patai mendapat 1,30 deutche mark dari pemerintah setiap tahunnya per suara dengan syarat lima juta suara sah. Dimana jumlah tersebut tidak boleh melebihi pemasukan dana yang di peroleh setiap partai dalam arian tidak boleh melebihi 230 deutche mark sebagai batas maksimal.

Amerika serikat dan Jerman jug terlibat dalam proses budaya politik dan komunikasi politik, pemanfaatan media elektronik dan media cetak sebagai penyebar komunikasi politik diantara mereka utamanya pada proses pemilu.dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya dan partisipasi politik di Amerikka Serikat dan Jerman sangat berbeda media merupakan salah satu alat yang penting dalam mendukung untuk melakukan tidakan partisipasi politik di jerman konstelasi media serta pengaruh peaku politik sehinnga logika politik masih sangat dominan atas peran warga negara sebagai pelaku daam budaya dan partisipasi politik dan tumbuhnya kesadaran akan terlibat dalam proses pemilu yang merupakan tindakan yang mencerminkan partisipasi politik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar