Penerapan budaya dan partisipasi politik dalam pemilu di
Amerika dan negara lain
Masyarakat memmiki peranan penting dalam proses perpolitikan
suatu negara. Sebagai makhluk sosial manusia tentu membutuhkan dan berinteraksi
dengan orang lain. Tidak sebatas makan dan minum tetapi juga membutuhkan
penilaian dari orang lain atas hasil yang dicapai. Setiap warga negara, dalam
kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek aspek politik. Aspek ini
dalam penerapannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung
berarti warga negara turun dan terlibat dalam proses berpolitik, sedangkan
secara tidak langsung warga negara hanya mendengar dari medua elektronik atau
membaca informasi dari media cetak ataupun memperoleh informasi informasi dari
perkumpulan seperti seminar atau perkumpulan diskusi mengenai politik .
Menurut para ahli diantaranya Gabriel A Almond dan Sydney
verba mengatakan bahwa budaya politik sebagai suatu orientasi oleh warga negara
terhadap sistem politik dan sikap terhadap peranan wrga negara yang ada dalam
tujuan politik negara tersbut, menurut Alan R Ball budaya politik merupakan
susunan sikap, emosi, serta nilai nilai masyarakat yang berhubungan dengan
sistem politik dan isu isu politik. Kali ini penulis akan memaparkan penerapan
budaya politik di Amerika Serikat serta perbedaannya dengan negara negara yang
lain.
Budaya politik di bagi menjadi beberapa tipe diantaranya:
Budaya politik parokhial, budaya politik subyek, dan budaya politik partisipan.
Pada budaya politik parokhial tidak ada peran khusus, individu tidak memiliki
peranan penting terhadap pemerintah dan tidak merasa sebagai warga negara dan
lebih merasa sebagai lokalitas. Budaya politik subyek merupakan budaya politik
dimana masyarakat telah memiliki kesadaran dan perhatian terhadap sistem
politik, meskipun masih rendah perhatian terhadap sistem politik namun telah
tumbuh kesadaran masyarakat sebagai aktor dalam buaya politik, mereka menerima
segala bentuk keputusan yang telah diambil pihak yang berwenang dalam
masyarakat. Sedangkan buday politik partisipan merupakan kerterlibatan
masyarakat terhadap proses politik, masyarakat tidak begitu saja menerima
keputusan yang diambil oleh pemegang kekuasaan politik, masyarakat merasa harus
aktif dalam kehidupan politik dan tidak memiliki dan langsung terlibat dalam
kegiatan politik.
Di Amerika Serikat budaya politik salah satu penerapannya
terlihat pada proses pemilu. Dalam hal ini parti partai politik di Amerika
Serikat di dominasi partai radikal untuk mennarik simpatik dan suara sebanyak
banyaknya dalam pemilu karena kesadaran golongan tergolong masih kecil. Faktor
yang mempengaruhi diantaranya tidak adanya warisan feodal. Modernisasi yang
dilakukan oleh Amerika Serikat terkait penghapusan golongan berkulit merah
tidak adanya warisan feodal yang diiwariiskan seperti negara negara di eropa.
Adanya pengaruh besar pemilik tanah sehingga modernisasi dilakukan tanpa
otoritas pemerintah. Pemerintah di Amerika Serikat terpecah peca menjadi pemerintah
negara bagian meski begitu perekonomian di Amerika Serikat tumbuh dengan pesat
Pemerintahan federal di Amerika Serikat dimana pada tingkat
nasiobal presiden di pilih oleh rakyat melalui elektoral. Negara hukum mengatur
sebagian besar aspek hukum pemilu menjalankan proses electoral pada masing masing
negara bagian. Biaya yang digunakan pada proses pemilu keterlibatan swasta pada
proses pemilu termasuk kampanye keterlibatan pemerintah federal mengambil langkah untuk menarik partisipasi
politik, tahap tahap yang dilakukan dalam proses pemilu di Amerika Serikat
proses nominasi merupakan dukungan langsung partai politik kepada calon
presden, nominasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui sisitem caucus
dan primary election keduuanya memiliki fungsi yang sama bahwa setiap negara
bagian berhak menentukan model electrical masing masing.
Sedangkan di jerman partisipasi politik melalui pemilu
setelah perang dunia,, perubahan yang sangat signifikan yang terjadi di Jerman
atas keterlibatan partai kristen beserta pimpinannya. Pemulihan keadaan ekonomi
serta sistem politik sesudah perang menurunnya jumlah partai parlemen partai
ekstrim yang ada mengurangi besarnya perbedaan ideologi mereka. Partai partai
politik masa pemilu Jerman diawali oleh partai partai di bundestag dimana ada
enam partai yang menempati bundestag yaitu: uni demokrat kristen jerman ,
partai sosialis demokrat Jerman partai demokrat liberal uni sosal kristen
partai sosialisme demokratis dan partai hijau. Sistem pemilu di Jerman diadakan
empat tahun sekali aturannys untuk memilih parlemen dan perwakilan negara
bagian dan komunal, bersifar menyeluruh segera bebas dan rahasia. Setiap warga
negara Jerman yang sudah berusia 18 tahun memiliki hak untuk berpartisipasi
pada kegiaran pemilu setiap warha memiliki dua suara dimana suara pertama untuk
kandidat wilayah yang bersangkutan sedangkan suara kedua digunakan untuk
memilih bundestag. Pembiayaan pemilu di Jerman setiap partai memiliki
pembiayaan yang berbeda beda setiap patai mendapat 1,30 deutche mark dari
pemerintah setiap tahunnya per suara dengan syarat lima juta suara sah. Dimana
jumlah tersebut tidak boleh melebihi pemasukan dana yang di peroleh setiap
partai dalam arian tidak boleh melebihi 230 deutche mark sebagai batas
maksimal.
Amerika serikat dan Jerman jug terlibat dalam proses budaya
politik dan komunikasi politik, pemanfaatan media elektronik dan media cetak
sebagai penyebar komunikasi politik diantara mereka utamanya pada proses
pemilu.dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya dan partisipasi
politik di Amerikka Serikat dan Jerman sangat berbeda media merupakan salah
satu alat yang penting dalam mendukung untuk melakukan tidakan partisipasi
politik di jerman konstelasi media serta pengaruh peaku politik sehinnga logika
politik masih sangat dominan atas peran warga negara sebagai pelaku daam budaya
dan partisipasi politik dan tumbuhnya kesadaran akan terlibat dalam proses
pemilu yang merupakan tindakan yang mencerminkan partisipasi politik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar