DEMOKRASI LIBERAL DAN SISTEM KEPARTAIAN AMERIKA SERIKAT
Demokrasi liberal lebih menekankan pada pengakuan terhadap
hak-hak warga negara, baik sebagai individu ataupun masyarakat. Dan karenanya
lebih bertujuan menjaga tingkat represetansi warganegara dan melindunginya dari
tindakan kelompok atau negara lain. Liberalisme atauLiberal adalah sebuah
ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada
pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Secara umum,
liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh
kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya
pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. definisi singkat dari
liberlisme itu sendiri cukup sulit untuk dipaparkan dalam sebuah bentuk
kalimat, namun kita bisa mencoba menggaris bawahi makna penting dari liberlisme
itu sendiri dimana paham ini labih jauh berbicara mengenai kebebasan, yang baik
gagasan tentang negara konstitusional yang dilandaskan pada kedaulatan hukum
dalam demokrasi, perlindungan atas hak milik pribadi dalam praktek kapitalisme
modern, serta perlindungan atas kebebasan individu melalui gagasan besar
tentang civil liberties kesemuanya adalah bagian dari kebajikan umum yang lahir
dari filsafat liberal.
AS merupakan salah satu negara yang menerapkan demokrasi
liberal. Pada tahun 1917, AS memiliki presiden Woodrow Wilson, seorang profesor
universitas dalam bidang ilmu politik yang menjadikan misi utamanya membawa
nilai-nilai demokrasi liberal ke Eropa dan ke seluruh dunia. Hanya dengan cara
itu, ia yakin perang besar lainnya akan dapat dicegah. Singkat cerita, cara
berfikir liberal memiliki dukungan politik yang solid dari negara yang paling
kuat di dua negara demokratis liberal terkemuka, yaitu AS dan Inggris.Memahami
pengertian barat, diperlukan pemahaman terhadap liberalisme, karena demokrasi
barat mempunyai akar doktrinal dalam Liberalisme dari tokoh-tokoh seperti John
Locke, Rousseau, Montesquieu, John Stuard Mill, Jeremy Bentham, dan lainnya.
Sehingga akan disinggung sedikit tentang liberalisme dari John Locke. John
Locke berpendapat bahwa negara muncul untuk menjamin kebebasan warga negaranya
dan kemudian mengijinkan mereka menghidupi kehidupannya dan menggapai
kebahagiaannya tanpa campur tangan tak semestinya dari orang lain.
Penting untuk dipaparkan adalah bahwa demokrasi liberal
memiliki kaitan yang erat dengan perkembangan kapitalisme demokrasi liberal
hanya akan tumbuh dan berkembang dan bisa diwujudkan dalam makna yang
sesungguhnya pada masyarakat yang tingkat perkembangan kapitalisnya relatif
tinggi. Artinya, perkembangan demokrasi liberal paralel dengan perkembangan
kapitalisme. Partai Politik di Amerika Serikat pada awalnya kurang mendapat
respon. Partai politik dipandang sebagai sebuah hal yang berbahaya bagi
keutuhan sebuah bangsa karena lebih menekankan kepada kepentingan pribadi.
Perkembangan Partai Politik di Amerika Serikat di awali dari para pendiri
bangsa Amerika (founding fathers) kebanyakan kurang menyukai konsep partai
politik. Mereka yakin partai akan lebih sering bersaing satu sama lain daripada
berjuang demi kebaikan bersama. Mereka ingin tiap warga negara memilih kandidat
sendiri-sendiri tanpa adanya campur tangan organisasi. Oleh karena itu, ketika
partai politik muncul, timbul kontroversi tentang masa depan politik Amerika
jika partai politik dibiarkan tumbuh.
Amerika Serikat merupakan negara yang menganut sistem dua
partai. Ada sejumlah alasan mengapa Amerika menggunakan sistem dua partai.
Pertama, orang-orang Amerika kurang berminat dengan perbedaan ideologi seperti
halnya di Eropa sehingga menghasilkan cukup banyak partai dengan perbedaan
ideologi masing-masing. Kedua, sistem pemilu yang digunakan mendorong
terciptanya sistem dua partai. Sistem pemilihan di Amerika menggunakan sistem
single-member districts. Pemilihan hanya tersedia satu kursi untuk
diperebutkan. Partai yang menang dapat menduduki kursi tersebut. Dalam jangka
panjang, sistem ini hanya membuka peluang bagi dua partai besar untuk bersaing.
Ketiga, ketentuan negara bagian secara sistematis menghalangi meunculnya partai
ketiga atau calon presiden independent.
Partai Republik banyak mendapat dukungan dari kalangan
pengusaha dan profesional dibanding Partai Demokrat. Para pendukung partai ini
terdiri dari mereka yang berpendidikan SMA hingga para sarjana dan rata-rata
beragama Protestan. Orang-orang kulit hitam sangat sedikit mendukung Partai
Republik. Berdasarkan politik luar negerinya, Partai Republik amat mendukung
superioritas militer. Partai ini juga yang menjadi pendukung utama kemenangan
Nixon, Ford, dan Reagan dalam merebut posisi presiden. Partai ini juga mendapat
dukungan tinggi dari kalangan berpenghasilan tinggi sedikit mengalami konflik
internal. Namun, hal itu tidak berarti apa-apa, sejak awal 1990 partai ini
mengalami kemajuan yang cukup pesat di kawasan selatan dan barat yang secara
tradisional merupakan benteng pertahanan Partai Demokrat. Kemajuan yang
diperoleh Partai Republik disebabkan antara lain, karena kepemimpinan partai
selalu berada di tangan politisi moderat dan pragmatis sehingga kurang
mengundang konflik.
Berbeda dengan Partai Republik, Partai Demokrat mendapat
banyak dukungan dari kalangan buruh dan keluarganya, mereka berpendidikan
dibawah SMA, pemilih berkulit hitam, Yahudi, kelompok berpenghasilan rendah,
kalangan liberal, pemilih muda dan beragaman Katholik. Dalam politik luar
negerinya, Partai Demokrat cenderung memiliki semacam tanggung jawab untuk
membela kepentingan Israel. Partai Demokrat memiliki ciri-ciri khusus yakni
tempat penampungan dari beragam kelompok mulai dari kelompok kulit putih yang
umumnya tinggal di kawasan suburban dan kelompok-kelompok minoritas yang
umumnya tinggal di wilayah perkotaan. Perkembangan dalam 20 tahun terakhir,
menarik kalangan minoritas baru untuk bergabung dengan Demokrat seperti
kelompok pecinta lingkungan hidup, aktivis wanita dan kalangan gay. Perbedaan
yang besar di kalangan pemilih menimbulkan potensi konflik internal partai.
Diantaranya datang dari kelompok kulit hitam yang selalu menuntut perlakuan
wajar dan lebih baik.Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Amerika
Serikat memberikan kebebasan pada warga negaranya. Serta sistem kepartaian yang
dianut oleh Amerika Serikat menganut sistem dua partai demokrat dan republik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar